ads

Headline

Nasional

Kaltara

Hukum

Ekonomi

Politik

Teknologi

Gaya Hidup

MALINAU, okenews.net – Bukan hanya Tarakan yang mulai marak pembakaran lahan dilakukan masyarakat untuk berkebun, di Kabupaten Malinau hal serupa juga terjadi. Bahkan memasuki musim bercocok tanam, usai panen padi dilakukan Masyarakat yang mayoritas berpeofesi sebagai petani. Terlihat, warga sudah siap membuka lahan dengan melakukan pembakaran lahan.

Salah seorang petani Robin mengatakan, masyarakat sudah terbiasa melakukan pembakaran lahan, sebelum bercocok tanam. Pembakaran lahan dilakukan, untuk memaksimalkan areal yang akan ditanami menjadi bersih dari pohon besar, serta menjadikan tanah subur.

"Dengan membakar tanaman yang telah ditebas, bisa mempercepat pertumubuhan tanaman nantinya, sebab tanahnya subur,” ujarnya, Rabu (2/03/2016).

Dilain sisi, Jes yang ruga merupakan rekan robin dalam bercocok tanam membeberkan, sistem membakar lahan sudah merupakan budaya nenek moyang dan dilakukan turun temurun.

“Tetua atau nenek moyang kami jika ingin bercocok tanam, pasca panen selalu membakar lahan, dann ini tidak membutuhkan pupuk,, sebab tanahnya sudah subur,” jelas Jes.

Akibat pembakaran lahan untuk berkebun dilakukan, sedikt banyak berpengaruh terhadap kualitas udara di Kabupaten Malinau, walaupun asap pembakaran lahan belum mengganggu jarak pandang. (nov/nor)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top