ads

Headline

Nasional

Kaltara

Hukum

Ekonomi

Politik

Teknologi

Gaya Hidup

TARAKAN. okenews.net – Masyarakat Tarakan mungkin agak sedikit kecewa dengan cuaca mendung yang disertai hujan di sebagian wilayah Bumi Paguntaka (nama lain Tarakan,red). Pasalnya dengan kondisi langit di tutupi awan tebal, prosesi awal gerhana matahari total (GMT) sebagian, hingga puncaknya tidak dapat terlihat jelas.

Forecaster BMKG Tarakan Wiliam Santo Sinaga kepada okenews.net mengatakan, dari pantauan satelit cuaca, BMKG melihat kondisi langit Tarakan ditutupi sebagian awan rendah berpotensi hujan. Awan rendah yang menutupi fenomena GMT bukan termasuk kategori awan komulunimbus, namun ketebalan gumpalan awan tersebut cukup membuat mata telanjang terhalang untung melihat gerhana.

“Dari pantauan pukul 07.00 wita sebagian awan rendah dari arah timur, awan tersebut terus bergerak kearah barat hingga saat puncak gerhana sebagian Tarakan diguyur hujan,” ucap William, Rabu (9/03/2014).

Sementara itu, warga Tarakan dari pukul 07.00 wita sudah mulai terlihat menunggu fenomena langka GMT sebagian. Sekitar pukul 08.42 wita, sebagian warga baru bisa melihat sedikit matahari yang mulai tertutup bulan.

“Saya dari jam 7 pagi sempat keliling kota sama suami untuk mencari tempat agar bisa melihat gerhana matahari, tapi tidak terlihat karena tertutup awan hitam, bahkan grimis sehingga pulang kerumah dan saat tiba dirumah anak-anak berteriak ada gerhana, alhamdulillah sempat liat walau cuma sebentar," ungkap nurbaya warga Lingkas Ujung.


Dari pantauan okenews.net, beberapa masjid di Tarakan saat terjadinya GMT sebagian, menggelar Salat sunah Gerhana, usai melaksanakan Salat para jemaah mencoba melihat kelangit untuk menyaksikan GMT walau agat terhalang oleh awan hujan. (rdw/rto/nor)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top