ads

Headline

Nasional

Kaltara

Hukum

Ekonomi

Politik

Teknologi

Gaya Hidup

TARAKAN, okenews.net – Jika didaerah lain sudah mulai menerapkan pembelian alat kontrasepsi jenis kondom wajib memperlihatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), hal ini dilakukan agar anak dibawah umur tidak membeli alat kontasepsi yang nantinya disalah gunakan.

Asisten Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Tarakan, Dra. Maryam mengatakan, kedepannya program pembelian kondom wajib memperlihatkan KTP bisa diterapkan di Tarakan. Secara tidak langsung dampak positif jika warga membeli kondom dengan memperlihatkan identitas diri sangat membantu meminimalisir penyalah gunaan alat kontrasepsi dikalangan remaja.

“Yang saya dengar di daerah lain sudah di terapkan pembelian kondom wajib memperlihatkan KTP, kita berharap di Tarakan bisa meniru hal serupa,” kata Maryam, Selasa (8/03/2016)

Wanita yang pernah menjabat sebagai kepala Badan Pemberdayaan masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) ini menuturkan, jauh sebelum daerah lain mewajibkan pembelian alat kontrasepsi dengan menunjukan KTP, Tarakan sudah pernah memprogramkah hal serupa yakni melakukan proteksi pembelian kondom, dengan sistem ATM Kondom, sebagai tujuan mengurangi angka penderita HIV AIDS di Tarakan.

“Beberapa tahun sebelumnya, kami pernah mengusulkan program ATM Kondom, sebagai Proteksi Pembelian Kondom secara bebas, Namun tidak terlaksana pada saat itu, karena ditentang pihak MUI Tarakan,  dengan dalih melegalkan perilaku seks bebas, sehingga tidak dapat dilaksanakan” ungkapnya.

Dilain sisi, Ady Ronggo Salah seorang pemilik toko obat diseputaran markoni mengungkapkan, jika Tarakan mencontoh daerah lain dengan menerapkan syarat membeli kondom dengan memerlihatkan KTP akan membawa dampak positif maupun negatif terhadap pembeli dan penjual.

“Selama ini untuk penjualan alat kontrasepsi kondom persentasenya naik turun. Selain itu untuk pembelinya dominan orang dewasa dan juga ada remaja,” beber Ady.

Jika pun Tarakan mulai berfikir mengambil langkah sama seperti di beberapa kota, dengan menerapkan pembelian kondom wajib memperlihatkan KTP, maka Ady mulai berfikir untuk menyetok kondom tidak terlalu banyak di Toko obat miliknya.

“Ya cukup bagus kalau ada wacana membeli kondom harus memperlihatkan KTP, disisi lain akan berpengaruh terhadap turunya omzet penjualan kondom, karena hanya orang yang memiliki KTP saja yang bisa membelinya, saya tidak berani menyetok kondom terlalu banyak, paling sesuai kebutuhan saja untuk dijual,” pungkas Ady. 

Untuk di ketahui prilaku seks bebas di Indonesia mulai membuat gerah Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) baik yang di pusat dan daerah. Pasalnya prilaku seks bebas membuat penjualan kondom dilakukan secara bebas tanpa mengenal batas usia.


Geramnya BKKBN tersebut, membuat BKKBN yang ada di beberapa daerah sudah mulai menerapkan larangan menjual kondom kepada anak yang belum dewasa. Kondom hanya diperkenankan dijual bagi  yang telah memiliki KTP atau sudah menikah. (er/rto/nor)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top