ads

Headline

Nasional

Kaltara

Hukum

Ekonomi

Politik

Teknologi

Gaya Hidup

TARAKAN, okenews.net – Pasca relokasi Pedagang pasar dadakan yang ada di Jalan Slamet Riady (Kampung Bugis), Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat, ke Pasar Tengyun (Boom Panjang), Kelurahan Gunung Lingkas, Kecamatan Tarakan Timur. Menjadikan Jalan Slamet Riady bebas dari kemacetan seperti yang terjadi selama ini terjadi.

Kabid Perhubungan Darat, Dinas Perhubungan (Dishub) Tarakan, Junaidi mengatakan, dengan normalnya arus lalu lintas, dapat dipastikan jalan Slamet Riady dan Jalan Seroja yang selama ini satu arah, akan dikembalikan menjadi dua arah.

“Ada intruksi dari Bapak Wali Kota Tarakan Sopian Raga, agar jalan yang semula satu arah karena adanya aktifitas pedagang di pasar dadakan, maka dengan telah direlokasinya pedagang ke pasar tenguyun, tidak menutup kemungkinan dalam waktu dekat, Jalan Slamet Riadi dan Seroja kembali 2 arah,” ucap Junaidi, Senin (7/03/2016).

Namun sebelum jalur kedua jalan tersebut kembali dijadikan dua arah, terlebih dahulu Dishub dan Satlantas Polres Tarakan, menggelar rapat koordinasi terkait pencabutan rambu satu arah,” Karena sudah lancar arus lalu lintasnya, kita akan berkoordinasi dengan Satlantas untuk menerapkan kembali dua arah,” jelasnya.

Selainn itu, Junaidi memastikan dalam waktu dekat ada pemasangan rambu larangan parkir di beberapa titik Jalan Slamet Riadi. Jika rambu tersebut sudah terpasang, nantinya kendaraan baik jenis roda dua dan empat tidak bisa parkir sembarangan.

“Baik Toko dan juga warung di wajibkan pelanggannya memarkirkirkan kendaraan dihalamannya dan bukan di badan jalan, intinya tidak boleh parkir di badan jalan jadi harus tertib,” tegas Junaidi.

Saat ditanya bagaimana jika ada pengguna kendaraan yang tetap bandel dan parkir di tempat terdapat rambu larangan parkir ? Junaidi memastikan kendaraan tersebut akan diderek atau digembok bannya, dan pastinya kena tilang.

“Di kota besar seperti Jakarta saja bisa tertib, pemilik kendaraan meletakan kendaraannya jauh dari tempat berbelanja, selanjutnya jalan kaki pergi berbelanja,” katanya.


Oleh karenanya menurut Junaidi, jika ada masyarakat yang membangun ruko, swalayan, mini market, hotel. Hendaknya memperhatikan ketersediaan lahan parkir,” Wajib menyediakan tempat parkir sendiri untuk pelanngan, hal ini supaya tidak menggangu arus lalu lintas,” tuntas Junaidi. (nor)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top