TARAKAN, okenews.net – Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) yang mendapatkan perintah sebagai satuan tugas khusus TNI, hingga kini masih melakukan latihan gabungan di Tarakan. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmayanto, terjun langsung untuk melihat kesiapan pasukan gabungan dari SAT-81 Gultor Kopassus, Denjaka, Kopaska, Tontaipur Kostrad, Denbravo, dan Brimob Polri, di Lanud Tarakan, Senin (18/04/2016).
“Saya diperintahkan oleh presiden, diperintahkan untuk menyiapkan pasukan, untuk setiap saat melakukan tindakan tegas,” ujarnya kepada awak media.
Menurut Panglima TNI, pengecekan kesiapan pasukan perlu dilakukan, untuk melakukan evaluasi, guna memantapkan siaga operasi PPRC di Tarakan, jika sewaktu-waktu mendapat perintah untuk berangkat ke Filipina.
“Mereka adalah pasukan terpilih, salah satu tempat persiapannya yakni Tarakan, karena paling dekat dengan Filipina, tetapi ditempat lain juga saya siapkan,” lanjut Panglima TNI.
Gatot Nurmayanto menerangkan, selain kekurangan jumlah Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) untuk siaga operasi, pihaknya hingga kini masih kekurangan informasi intelijen, terkait kondisi dan keberadaan sandera, yang masih ditawan oleh kelompok separatis Abu Sayyaf.
Namun, TNI optimis jika dilibatkan dalam operasi kemanusiaan di Filipina untuk pembebasan sandera, pihaknya bakal mampu menjalankan tugas sesuai dengan target.
“Dan berdasarkan sejarah, dalam misi kemanusia melawan separatis pasukan TNI tidak ada yang gagal, kita harus optimis itu, pasukan saya pikir sudah cukup,” tandas Jenderal Bintang Empat ini. (rizal/rusman)
Headline
Nasional
Kaltara
Hukum
Ekonomi
Politik
Teknologi
Gaya Hidup
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar: