Kepala BPBD Tarakan Abdul Azis Hasan mengatakan, dalam sosialisasi dan pelatihan tanggap bencana diberikan 2 materi dan simulasi, untuk para guru dilatih bagaimana cara menghadapi bencana kebakaran dan untuk para siswa dilakukan Penyelamatan evakuasi saat terjadi bencana gempa bumi.
"Untuk pelajar yang mengikuti simulasi ini terdiri atas kelas 1,4,5 dan 6. Pelajar tersebut dikondisikan seolah-olah sedang terjadi bencana gempa bumi, mereka dievakuasi keluar gedung dengan menutup kepala. Sementara para guru, dilatih menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), dan karung basah untuk memadamkan ledakan kompor," ucap Abdul Aziz kepada okenews.net.
Dijelaskan Abdul Aziz, di Kota Tarakan banyak terdapat sekolah dan satu sekolah jumlah muridnya tidak sedikit, sehingga pelatihan dan sosialisasi tanggap bencana alam terus di lanjutkan kesekolah lainnya.
"Tidak ada yang tahu kapan bencana akan terjadi, maka kami dari BPBD melakukan nilai sosialisasi, edukasi dan simulasi nantinya ini akan terus disemua sekolah” ujarnya.(andrie/nur)
Tidak ada komentar: