TARAKAN, okenews.net - Jika selama ini ekspor yang dilakukan oleh pengusaha kota Tarakan harus melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, maka PT Pelindo IV (Persero) Cabang Pelabuhan Tarakan memberi kemudahan pelayaran kapal ekspor melalui Pelabuhan Sukarno-Hatta Makassar .
General Manager PT Pelindo IV (Persero) Cabang Pelabuhan Tarakan, Iwan Sjarifuddin mengatakan, pengusaha yang biasa melakukan ekspor tidak lagi harus melalui pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya, namun bisa melalui Pelabuhan Sukarno-Hatta Makassar.
"Bagi kapal yang biasa melakukan ekspor barang ke Cina dari Tarakan kemudian melalui pelabuhan Sukarno-Hatta di berikan multiport tarif,” ucap Iwan, Rabu (30/03/3016).
Multiport tarif bertujuan untuk mengurangi biaya logistik yang ada di masing-masing pelabuhan pengumpul di lingkungan PT Pelindo IV. Nantinya, pemberlakuan ini berdasarkan zona pelabuhan di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Zona A, meliputi Kalimantan Bagian Utara - Timur serta Sulawesi Bagian Selatan Timur, lalu Zona B, meliputi Sulawesi Bagian Utara dan Barat. Sedangkan Zona C, meliputi Irian Jaya Bagian Utara serta Ternate dan sekitarnya kemudian Zona D, meliputi Irian Jaya Bagian Selatan dan Kepulauan Maluku.
“Hal ini dilakukan selain untuk mempermudah juga meningkatkan daya saing, karena selama ini terjadi pemusatan di pulau Jawa untuk pengiriman barang ekspor sebelum ke negara yang dituju,” jelasnya.
Pemberlakuan tarif ini memberikan keringanan 20 persen hingga 30 persen tarif kepelabuhanan yang diterapkan saat ini. Misalnya untuk Zona A dan Zona B mendapat pengurangan biaya tarif sebesar 20 persen dari tarif yang berlaku saat ini, sedangkan Zona C dan Zona D mendapatkan pengurangan sebesar 30 persen. Kecuali di pelabuhan Makassar sebagai pelabuhan terakhir (pelabuhan ekspor). (rto/nor)

Tidak ada komentar: