ads

Headline

Nasional

Kaltara

Hukum

Ekonomi

Politik

Teknologi

Gaya Hidup

TARAKAN. okenews.net – Pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio yang secara resmi lakukann Wali kota Tarakan Sopian Raga, di Puskesmas Mamburungan, Selasa (8/03/2016) mendapat pujian dari Direktur Tata Kelola Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan , Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Engko Sosialine Magdalene, Apt., M.Biomed, yang menilai pelaksanaan PIN Polio di Tarakan berhasil, dengan melihat antusias warga memberikan 2 tetes vaksin polio di Puskesmas Mamburungan.

Engko Sosialine mengatakan, target Kementrian Kesehatan pada tahun ini seluruh balita di Indonesia mendapatkan vaksin polio, sehingga nantinya Indonesia menjadi Negara yang bebas polio,” saya sudah mendengar laporan dari Wali Kota Tarakan Pak Sopia Raga, jumlah sasaran balita yang menerima vaksin mencapai 17 ribu lebih, selain itu persiapan menghadapi PIN sangat matang. Dan saya yakin PIN di Tarakan pelaksanaannya berjalan sukses,” ungkapnya.

Pelaksanaan PIN Polio sendiri dilaksanakan mulai 8-15 Maret 2016, dan pada 9 Maret sudah bisa dilakukan Monitoring evaluasi terkait jalannya PIN. Dari Monitoring tersebut, jika ditemukan ada Balita yang belum mendapatkan vaksin PIN, maka pada 16- 18 Maret Dinas Kesehatan wajib melakukan sweeping.

“Ada Standart Operating Prosedure (SOP), jika ada Balita yang belum dapat vaksin maka secara SOP ada waktu 3 hari untuk melakukan sweeping atau razia,” tegas Engko.

Untuk daerah Indonesia, hanya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dipastikan tidak melaksanakan PIN 2016. Pasalnya DIY menjadi satu-satunya provinsi yang menjadi percontohan eradikasi bebas dari polio.

“Untuk Bali penyelenggaraannya dimulai pada 15-22 Maret, karena umat hindu melaksanakan hari raya nyepi, sedangkan Jogja tidak melakukan PIN sebab daerah tersebut masuk sebagai daerah eradikasi bebas polio,” bebernya.

Engko bersyukur, Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan menargetkan dari 17.937 Balita, 95 persen mendapatkan vaksin, hal ini sesuai dengan target Kementrian kesehatan dari total seluruh balita di Indonesia 23.721.004, 95 persen diberi vaksin polio.

“Semua anak balita usia 0-59 bulan jadi sasaran imunisasi polio tanpa memperhatikan status imunisasi polio sebelumnya, untuk Kaltara jumlah sasaran Balita yang diberi PIN sebanyak 67.549, sedangkan Tarakan 17.937 balita, dan semuanya mengacu dari jumlah tersebut 95 persen balita ikut PIN,” pungkas Engko. (nor)


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top