ads

Headline

Nasional

Kaltara

Hukum

Ekonomi

Politik

Teknologi

Gaya Hidup

TARAKAN, okenews.net - Pembajakan kapal tunda Brahma 12, yang membawa  batubara serta 10 awak kapal berkewarganegaraan Indonesia (WNI) oleh kelompok Sparatis Abu Sayyaf membuat Komandan Gugus Tempur Armada Kawasan Timur (Guspuraltim) Laksamana Pertama TNI I.N.G. M Ariawan, SE., M.M merapat ke kota Tarakan bersama KASDAM Brigjen TNI George Elnadus Supit, S.Sos dan Komamdan Lantamal Kota Tarakan Laksamana Pertama TNI Wahyudi H Dwiyono untuk mempersiapkan misi operasi pembebasan sandera yang dilakukan oleh separatis dari Filipina.

Kepada okenews.net, Komandan Guspurlatim Laksamana Pertama TNI I.N.G. M Ariawan, SE., M.M dalam press rilisnya usai medarat di Bandara Internasional kota Tarakan selasa sore (29/03/2016) pukul 17.00 Wita mengatakan, kasus yang terjadi di Filipina pada Sabtu pekan lalu tersebut tidak jauh berbeda dengan peristiwa penyanderaan awak kapal di Somalia beberapa tahun lalu.

"Misi kami akan berupaya menyelamatkan sandra yang paling utama, apapun caranya kami akan usahakan", Tegas Ariawan.

Untuk aspek laut, Guspurlatim menyiapkan kekuatan yang terdiri dari  KRI Surabaya, KRI Ahmad Yani, KRI Acak, KRI Macan dan KRI Mandau yang dibantu 1 buah Helikopter, 2 pesawt Fix Wing dibantu C-Rider dan Komando Pasukan Katak (Kopaska).


"Kami belum mengetahui pasti posisi keberadaan 10 sandera, tetapi keadaannya masi baik-baik saja. Seandainya kelompok sparatis Abu Sayyap tersebut mengancam, atau memulai penyerangan terhadap TNI, kami tidak akan tinggal diam,” ucapnya. 

Ada pun 10 orang sandera berkewarganegaraan Indonesia yang berada di kapal tunda Brahma 12 adalah Peter Tosen, Julian Philip, Alvian Elvis Peti, Mahmud, Suriansyah, Surianto, Wawan Saputra, Bayu oktavianto, Rinaldi, dan Wendi Raknadianian. (ndi/arm)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top