TARAKAN,
okenews.net – Jumlah populasi anjing di kota Tarakan tiap tahunnya diprediksi
semakin banyak, bahkan akibat dari pertumbuhan populasi anjing tersebut, sudah
ada 2 kasus warga Tarakan yang digigit anjing.
Drh.
Sukhamto kepala bidang kesehatan hewan Dinas Peternakan dan Tanaman Pangan
(Disnaktan) Tarakan mengungkapkan, berdasarkan laporan dari Puskesmas, dari
Januari – Febuari, 2 kasus warga Tarakan yang terkena gigitan anjing.
“Semua
laporan tersebut langsung ditindak lanjuti kelapangan, pihaknya mengecek
kondisi kesehatan hewan yang menggit manusia,” Kata Sukhamto, Senin
Dari
hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Disnaktan terhadap Anjing yang menggigit
manusia, tidak ditemukan dugaan penyakit rabies, sehingga tidak dilakukan
tindakan pembasmian terhadap anjing tersebut.
“Anjing
yang menggigit manusia, lebih dikarenakan anjing tersebut baru melahirkan anak,
sehingga ketika merasa terganggu dan melindungi anak-anaknya, dengan mengejar
dan mengigit orang yang ada didekatnya,” jelasnya.
Saat
dikonfirmasi terkait jumlah populasi anjing yang ada di Tarakan, Disnaktan mengakui
tidak memiliki data, hal ini dikarenakan belum ditemukan adanya penyakit rabies
yang diderita oleh anjing. (rdw/nur)

Tidak ada komentar: