TARAKAN, okenews.net - Faktor
cuaca serta tingginya gelombang, mengakibatkan transportasi pengangkutan tabung gas 3 kilogram (Kg) dari
Balikpapan ke Tarakan terhambat, menjadi salah satu hasil kesimpulan dengar
pendapat komisi II DPRD Kota Tarakan, dengan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindakop dan UMKM) serta 20
lurah se kota Tarakan, dalam menyikapi antrian masyarakat saat mengambil tabung gas melon di beberapa pangkalan.
Anggota Komisi II DPRD Tarakan, Jamaluddin
usai memimpin rapat kepada awak media selasa (16/02/2016) menjelaskan, selain keterlambatan kapal pengangkut tabung gas 3 Kg, juga dikarenakan kesulitan kapal pengangkut gas dalam melakukan bongkar muat di Pelabuhan Tarakan, karena kondisi kapal tidak sebanding dengan tingginya dermaga saat air surut.
"Sesuai
informasi yang didapatkan dari Disprindagkop dan Pertamina, meminta agar
bongkar muat bisa dipindahkan di pelabuhan tengkayu 2 atau pelabuhan perikanan, namun
masih ada kendala, dan diharapkan pihak Disprindagkop dapat mencarikan alternatif lain yakni menģgunakan pelabuhan ferry yang ada di Juata." Tutur Jamaluddin.
Selain
itu menurutnya, dari hasil rapat juga disimpulkan adanya
penyimpangan pendistribusian tabung gas melon ditingkat pangkalan, sehingga seharusnya menjadi
jatah warga di sekitar pangkalan dijual keluar dengan harga tinggi.
"Beberapa lurah mencurigai adanya penyimpangan dala pendistribusian misalnya, pangkalan di kelurahan gunung lingkas, seharusnya melayani warga di
beberapa RT di gunung lingkas, karena tergiur dengan keutungan besar, dijual
keluar" bebernya.
Dari
semua permasalahan tersebut, Komisi II bersama Disprindagkop akan melakukan komunikasi dengan pihak Pertamina baik pusat
maupun regional kalimantan, agar permasalahan cuaca tidak lagi menjadi persoalan dalam pendistribusian tabung gas 3 kg, yang akhirnya merugikan masyarakat ," pungkas Jamaluddin. (rdw/nor)

Tidak ada komentar: