![]() |
| ilustrasi |
TARAKAN,
okenews.net – Memperingati hari kanker anak Internasional, Senin (15/02/2016)
menjadi perhatian khusus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Tarakan. Pasalnya
masih banyak warga yang enggan memeriksakan kesehatan anaknya kedokter.
Pengurus
IDI Kota Tarakan dr. Arifin Sp.B, yang juga merupakan dokter spesialis Bedah
ini, kepada okenews.net mengatakan, menjadi permasalahan yang harus disikapi
terhadap budaya masyarakat kota Tarakan yang takut dan enggan mendeteksi kanker
sedini mungkin terhadap anaknya.
“Melalui
hari kanker anak sedunia, kami meminta masyarakat tidak takut memeriksakan anaknya
dan dirinya kedokter atau pusat-pusat kesehatan lainnya, baik itu puskesmas,
jangan sampai sudah terlambat baru diketahui menderita kanker ganas “ Tutur dr.
Arifin.
Arifin
menambahkan, meski saat ini di Kota Tarakan belum memiliki dokter spesialis
kanker, tapi dinas kesehatan kota Tarakan memilki 2 dokter spesialis bedah yang
dirasa masih bisa menutupi permintaan kehesatan penyakit kanker di Bumi
Paguntaka.
“Dokter
spesialis bedah, untuk sementara bisa mendeteksi kanker,” ujarmya. (ndi/noe)

Tidak ada komentar: