TARAKAN, okenews.net - Penghuni rumah susun mahasiswa Universitas Borneo Tarakan (UBT) mulai mengeluh tentang fasilitas yang disediakan oleh pengelola. Salah satu Mahasiswi yang tinggal di rumahnya susun mahasiswi, Juhaini mengungkapkan, dirinya dan mahasiswi lainya merasa kesulitan mendapatkan air bersih.
Meski pihak pengelola sudah menyediakan pompa air, namun jika aliran listrik padam mahasiswi yang tinggal harus menimba sendiri dari sumber air yang digunakan, untuk keperluan sehari-hari.
“Saya juga merasa kesulitan jika terjadi pemadaman listrik, karena Genset yang ada di rumah susun mahasiswa jarang di isi bahan bakarnya,” ungkap Juhani, Kamis (24/03/2016).
Penghuni rumah susun mahasiswa UBT dikenakan tarif sebesar Rp. 200 ribu setiap bulannya. Juhani juga mengatakan, untuk fasilitas keamanan, dirinya merasa cukup aman karena pembatasan jam keluar malam dan penjagaan ketat dari satpam UBT.
“Ya memang sih kalau ingin jalan ke arah kota sangat sulit kami, tapi kalau ingin kekampus sangat mudah,” tutupnya. (rto/arm)

Tidak ada komentar: