TARAKAN, okenews.net – Setelah mendunia usai diberitakan oleh dua media besar di Eropa, Muhammad Raihan (13), warga Kelurahan Mamburungan Timur RT 07, sempat dikabarkan sebagai jelmaan hanoman dan manusia serigala. Hal itu setelah beberapa media online besar di Indonesia, menyadur berita Raihan dari situs media online asing, dan diubah dalam versi bahasa Indonesia.
Awal mula pemberitaan tentang Raihan muncul, setelah wartawan lokal di Kaltara, Fadlansyah mencoba untuk mengekspose kehidupan sehari-hari yang dijalani oleh bocah 13 tahun itu.
“Saya memberitakan tentang hal positif dari Raihan, setelah dimuat di media luar, dua media asing langsung menyadur pemberitaan raihan, kemudian muncul pemberitaan negatif akibat dibuat dalam versi bahasa Indonesia oleh media lokal,” ucap Fadlansyah kepada okenews.net, Minggu (17/04/2016).
Pemberitaan positif yang dibuat oleh Fadlansyah, menceritakan tentang Raihan yang berkeinginan untuk menjadi salah satu pemuka agama, meski dengan kondisi fisik yang berbeda, lantaran sebagian tubuhnya tertutup oleh bulu tebal.
“Semua pemberitaan miring yang ada itu tidak benar, baik yang dikutip oleh media asing dan nasional di Indonesia. sehingga keluarga besar (Raihan, red) tidak terima atas tersebarnya informasi yang fiktif di berbagai media massa di Indonesia dan luar negeri,” sambungnya.
“Kemungkina ada penambahan opini publik yang tidak sesuai dengan fakta saat dimuat di media asing, seperti tulisan titisan dewa dan sebagai tuhan oleh warga. Parahnya lagi setelah dikutip oleh bebrapa media online besar di Indonesia, tulisan itu dirubah menjadi manusia serigala dan Hanoman,” imbuh Fadlansyah.
Terhadap semua informasi yang sudah terlanjur beredar, Fadlansyah berharap kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak mempercayai informasi tentang Raihan yang dianggap sebagai titisan dewa hanoman dan manusia serigala.
“Raihan hanyalah manusia biasa seperti kita. Seperti pada anak-anak umumnya. Raihan sudah saya anggap seperti anak saya sendiri. Raihan itu hanya manusia biasa yang bercita-cita ingin menjadi ustad,” ungkap Fadlan. (rizal/rusman)
Headline
Nasional
Kaltara
Hukum
Ekonomi
Politik
Teknologi
Gaya Hidup
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
- Top News
Top News
-
TARAKAN, okenews.net – Operasi Patuh 2016 resmi digelar oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tarakan, mulai tanggal 16 hingga 2...
-
TARAKAN, okenews.net – Menanggapi munculnya ‘gerakan kiri’ atau paham komunisme di Kalimantan Utara (Kaltara), membuat Majelis Ulama ...
-
MALINAU, okenews.net - Pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial memberikan bantuan berupa program Kelompok Usaha Bersama (KUBE), denga...
-
TARAKAN, okenews.net – Kebijakan Wali Kota Tarakan Sopian Raga mengambil keputusan untuk merelokasi pedagang dadakan (kaki lima) yang ber...
-
TARAKAN, okenews.net - Dalam kegiatan penenggelaman dua kapal ilegal fishing asal Malaysia, Selasa (05/04/2016), di Mako Satlan II Subdit ...
-
TARAKAN, okenews.net – Si jago merah kembali membara di Kota Tarakan, Kamis dini hari (18/02/2016). Kali ini 5 rumah di Jalan sudirm...

Tidak ada komentar: