ads

Headline

Nasional

Kaltara

Hukum

Ekonomi

Politik

Teknologi

Gaya Hidup

TARAKAN, okenews.net – Setelah 5 Anak Buah Kapal (ABK)  kapal TB Henry dan Tongkang Cristi yang dibajak di perairan internasional pada tanggal 15 April 2016 lalu tiba di dermaga Lantamal XIII Tarakan, Sabtu (23/04/2016) pukul 07.20 wita. Pihak imigrasi dan petugas langsung melakukan pemeriksaan administrasi serta kesehatan para ABK. Pihak PT Global Trans Energy mengaku akan mengurus seluruh kepulangan ABK ke daerah masing-masing.

“Yang jelas nanti ada kebijakan dari perusahaan,  kita pulangkan dulu biar mereka bisa kumpul sama keluarga,” jelas Kepala Operasi PT Global Trans Energy, Suharyono dalam jumpa persnya, di dermaga Lantamal XIII.

Saat ditanya soal tebusan yang diminta oleh pembajak kepada perusahaan, Suharyono masih enggan membeberkan kepada awak media.

“Belum tau pak, nanti kita lihat,” ucapnya.

Pasca terjadinya peristiwa pembajakan terhadap kapal Indonesia yang kedua kalinya, pemerintah pusat mengeluarkan moratorium untuk melarang aktivitas pelayaran ke wilayah Filipina. 

"Kan ada moratorium dari pemerintah, ya kita ikut aturan pemerintah,” ujar Suharyono. 

Dari 6 orang ABK yang selamat, satu orang ABK Lainnya, Lambas Simanungkalit masih kritis dan mendapat perawatan intensif akibat luka tembak yang dideritanya di bagian rusuk sebelah kiri. Sementara 5 ABK yang selamat adalah, Sembara Oktapian, Yonais Serang, Leonard Sebastian, Rohaidi, dan Fransy Montolalu.

Kedatangan kapal TB Henry dan Tongkang Cristy, dikawal oleh KRI Ahmad Yani dan KRI Badau, setelah dilakukan serah terima di wilayah perbatasan RI-Malaysia pada Jumat (22/04/2016) lalu. (rusman/nur)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top