ads

Headline

Nasional

Kaltara

Hukum

Ekonomi

Politik

Teknologi

Gaya Hidup

TARAKAN, okenews.net - Lima Warga Negara Indonesia (WNI) Anak Buah Kapal (ABK) Kapal TB. Henry, korban pembajakan dan penyanderaan yang diduga dilakukan oleh  kelompok separatis Abu Sayyaf dari Filipina, akhirnya tiba dan sandar di dermaga mamburungan Lantamal XIII kota Tarakan, Sabtu (23/04/2016) pukul 07.20 wita.

Berdasarkan informasi yang diperoleh kepulangan lima ABK diketahui telah meninggalkan Malaysia jumat kemarin (22/04/2016), dan langsung mendapat pengawalan ekstra dari Dua kapal KRI, yakni KRI Badau–841 dan KRI Slamet Riyadi–352 yang telah jauh hari telah siaga di laut perbatasan antara Indonesia (Kalimantan Utara) dan Malaysia.

Kelima ABK dari kapal TB. Henry yang tiba di dermaga dermaga mamburungan Lantamal XIII yakni Yohanis Serang, Sembara Oktafian, Rohaidi, Royke Frans Montolalu, dan Rumawi. Kelimanya merupakan korban selamat dari penyanderaan oleh kelompok Abu Sayyaf di perairan perbatasan Filipina-Malaysia pada Selasa (12/04/2016), dalam perjalanan dari Kota Cebu, Filipina, kembali menuju Tarakan.

Selain kelima ABK yang telah sandar ini, satu ABK lainnya yaitu Lambas Simanungkalit salah satu korban sandera  yang menderita luka tembak di bawah ketiak sebelah kirinya, masih dalam peroses pengobatan di ruang intensive care unit (ICU) Hospital Tawau, Negara Bagian Sabah, Malaysia. Sehingga belum bisa dipulangkan bersama rombongan kelima WNI yang telah tiba di kota Tarakan.

Sesuai Pantauan dan Informasi yang di terima okenews.net dilapangan, akan dilakukan serah terima dari TNI ke pihak Perusahaan. Sebelum bertemu dengan keluarga, terlebih dahulu kelima WNI yang selamat ini, menjalani pemeriksaan oleh Tim Kesehatan Angkatan Laut. (rizal/nur)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top