TARAKAN, okenews.net - Setelah dua kali pembajakan menimpa kapal milik Indonesia, Kesyahbandaran dan otoritas Pelabuhan (KSOP) Tarakan memperketat pengawasan di wilayah perairan, yang kerap menjadi transit point untuk kegiatan loading batubara ke kapal tongkang. Dengan menggunakan kapal ptroli, KSOP membekali diri dengan senjata dan melakukan patroli wilayah di perairan Tarakan.
“Sesuai tugas dan fungsi kami dari KSOP Tarakan, melakukan pengawasan, penertiban dan pengendalian,” ucap Komandan Patroli KSOP Tarakan, Syaharuddin kepada okenews.net, Kamis (21/04/2016).
Setelah hampir satu jam perjalanan dari Dermaga Pelabuhan Malundung Tarakan, kapal patroli KSOP menyambangi salah satu kapal yang tengah melakukan kegiatan loading batu bara, dengan tujuan ekspor ke China dan Panama.
“Mereka lagi melakukan transfer muatan batu bara sesuai dengan tujuan, jadi mereka melakukan pemindahan muatan di sekitar perairan tarakan, tepatnya di depan wilayah Tanjung Pasir,” lanjut Syaharuddin.
Ia juga mengaskan, seluruh awak kapal yang melakukan perjalanan ke luar wilayah Indonesia, mewaspadai jalur-jalur yang rawan dan kerap menjadi sarang pembajak, terutama di perairan antara Indonesia dan Filipina Selatan. (rusman)
Headline
Nasional
Kaltara
Hukum
Ekonomi
Politik
Teknologi
Gaya Hidup
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar: